Pengertian Birama Musik Dan Fungsinya

Ketika belajar tentang seni musik kamu tentunya akan mempelajari tentang birama. Birama sendiri adalah salah satu unsur dalam musik yang keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari musik itu sendiri. Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang pengertian birama, unsur-unsur, fungsi, pola dan juga contoh-contoh lagunya.

Pengertian birama musik

Berdasarkan etimologinya birama berarti “ketukan-ketukan”. Selain itu, berdasarkan terminologinya birama dapat diartikan sebagai ketukan yang datang berulang dalam satu waktu dan penulisannya dibatasi dengan garis vertikal. 

Sederhananya, birama musik dapat diartikan sebagai tanda yang menunjukkan jumlah ketukan yang terdapat dalam satu baris birama. Birama juga dapat diartikan sebagai banyaknya ketukan dalam setiap ruas lagu. Birama sendiri ditulis dalam angka-angka pecahan seperti 2/4, ¾, 4/4, dan lain sebagainya.

Unsur-unsur yang terdapat dalam birama musik

Biasanya dalam birama sendiri ada beberapa unsur yang membentuknya, yakni :

  • Adanya unsur waktu yang ditandai dengan nilai hitungan.
  • Adanya unsur jalinan bunyi yang memiliki tekanan berat dan ringan.
  • Adanya ruang kosong (tanpa bunyi) yang tetap dihitung dalam waktu hitungan.

Itulah 3 unsur yang terdapat dalam birama.

Fungsi birama

Birama memiliki banyak sekali fungsi diantaranya adalah :

  • Untuk memenuhi fungsi musikal, dalam fungsi ini sendiri birama berperan sebagai pembangun Irama dalam musik. Dari ketukan-ketukan birama yang berulang inilah akhirnya terbentuklah Irama musik yang terdengar indah, menarik dan teratur. Ketukan-ketukan yang berulang tersebut biasanya juga terdiri dari bunyi rendah dan tinggi yang nantinya akan membangun suatu Irama yang utuh.
  • Fungsi birama yang kedua adalah sebagai fungsi simbolis. Hal ini sendiri memiliki kaitan yang sangat erat dengan berbagai macam tanda birama yang disimbolkan dalam bentuk pecahan angka. Dalam fungsi ini peran birama layaknya sebuah tanda untuk menentukan jumlah ketukan dalam satu ruas nada. Hal ini sendiri lebih banyak ditemukan pada jenis musik diatonik dan jarang ditemukan pada musik pentatonis.

Pola Birama

Berdasarkan polanya, birama musik dapat dibedakan menjadi :

Tanda birama 2/4

Artinya tiap birama terdiri dari dua ketukan dan tiap ketukannya bernilai seperempat.  Contoh lagu yang menggunakan tanda birama 2/4 :

  • Hari Merdeka
  • Cik Cik Periuk
  • Manuk Dadali
  • Ampar-ampar pisang

Tanda birama 3/4

Artinya setiap birama terdiri atas 3 ketukan dan tiap ketukannya memiliki nilai seperempat. Contoh lagu yang menggunakan tanda birama musik 3/4 adalah :

  • Tumpi Wayu
  • Burung Tantina
  • Burung Kakak Tua
  • Lisoi
  • Terima Kasihku

Tanda birama 4/4

Merupakan birama yang terdiri dari 4 ketukan, dan dalam setiap ketukan memiliki nilai seperempat. Contoh lagu yang menggunakan tanda birama 4/4 adalah :

  • Injit-injit semut
  • Ayam Den Lapeh
  • Si Jali Jali
  • Butet
  • Bungong Jeumpa

Tanda birama 6/8

Birama yang memiliki 6 ketukan dan setiap ketukannya bernilai 1/8. Yang menggunakan tanda birama musik adalah :

  • Desaku yang kucinta
  • Naik-naik Ke Puncak Gunung

Perbedaan antara Birama Musik dan Irama Musik

Meskipun kedua istilah tersebut sekilas terlihat sama, namun keduanya memiliki makna yang sangat berbeda. Irama adalah panjang pendek nada dalam sebuah musik atau lagu. Sementara itu, birama merupakan jumlah ketukan berulang dalam satu ruas lagu.

Irama ini juga merupakan salah satu gerak musik teratur yang tidak tampak dalam suatu lagu. Meskipun tidak tampak, namun Irama ini dapat dirasakan setelah alunan lagu dimainkan. Irama juga memiliki kaitan yang sangat erat dengan panjang pendeknya nada dan juga berat ringannya tekanan pada not lagu.

Birama sendiri awalnya berasal dari kata dalam Bahasa Belanda, yakni “Maat” atau kata dalam Bahasa Latin “Metrum”. Keduanya mengartikan atau memaknai birama sebagai suatu “ketukan-ketukan”. Nilai penyebut (/) dalam suatu birama nantinya akan menunjukkan nilai nada dalam 1 ketukan. Birama yang memiliki nilai penyebut genap akan disebut sebagai Birama Bainar. Sementara itu, birama musik yang memiliki nilai penyebut ganjil disebut sebagai Birama Ternair.

Ruas Birama merupakan petak-petak atau ruas-ruas yang dibatasi oleh sebuah garis birama. Dapat juga diartikan sebagai jarak antara garis birama dan ruang untuk meletakkan suatu tanda birama.

Birama dalam musik sendiri memiliki tekanan suara teratur yang disebut sebagai arsis dan aksen. Arsis sendiri merupakan birama yang memiliki tekanan suara ringan. Semetara itu, aksen merupakan jenis birama yang memiliki tekanan suara yang kuat.

Garis pemotong vertikal yang berfungsi untuk memisahkan antara satu ruas birama dengan birama lainnya adalah garis paranada atau garis sangkar nada.

Paranada sendiri memiliki 5 garis lurus sejajar horizontal dengan jarak yang sama. Digunakan untuk menulis lambang bunyi sesuai denagn sifat nadanya.

Secara umum, garis birama dapat dibagi menjadi 2 jenis. Yakni Garis Birama Tunggal (berfungsi sebagai pembatas antar birama) dan Garis Birama Ganda (yang berfungsi sebagai penutup lagu).

Unsur-unsur Musik Lainnya Selain Birama Musik

Musik sendiri terdiri dari banyak sekali unsur yang memiliki peranan yang sangat penting. Nah, berikut ini beberapa unsur-unsur musik lainnya yang harus kamu ketahui :

  • Melodi : merupakan unsur musik yang menentukan tinggi-rendah dan panjang-pendeknya nada yang ada dalam sebuah musik. Berkat melodi ini suatu musik akan semakin terdengar semakin berwarna dan dapat dinikmati oleh para pendengarnya.
  • Irama atau ritme : rangkaian gerak beraturan yang ada dalam suatu musik. Dapat pula diartikan sebagai pergantian panjang-pendek, keras-lembut, dan tinggi rendahnya nada yang membentuk suatu kesatuan rangkaian musik yang utuh.
  • Tempo : unsur dalam musik yang menentukan cepat lambatnya suatu lagu dinyanyikan.
  • Tangga nada : urutan dari susunan nada yang membentuk suatu tangga nada. Umumnya dibedakan menjadi dua yakni tangga nada pentatonik dan tangga nada diatonik. Tangga nada pentatonik sendiri adalah tangga nada yang memiliki lima nada pokok. Sementara itu, tangga nada diatonik adalah tangga nada yang tersusun dari 7 buah nada pokok.
  • Harmoni : keselarasan dari paduan nada yang dimainkan dalam sebuah musik. Harmoni juga dapat diartikan sebagai sekumpulan nada yang apabila dimainkan bersamaan akan menghasilkan bunyi yang terdengar indah.
  • Timbre : dapat diartikan sebagai warna nada atau warna bunyi yang ada dalam sebuah musik.
  • Dinamika : merupakan suatu tanda untuk memainkan nada dalam musik dengan volume nyaring atau lembut. Dinamika inilah yang mampu menyampaikan ekspresi, emosi, atau perasaan yang ada dalam sebuah lagu. Melalui dinamika kita dapat mengetahui bahwa lagu tersebut memiliki nuansa sedih, senang, agresif atau, lain sebagainya.
  • Ekspresi : Ungkapan perasaan hati yang dituangkan ke dalam musik. Bisa juga merupakan sarana penyampaian perasaan, pemikiran atau ide penciptanya.

Itulah berapa pembahasan seputar birama musik beserta unsur-unsur lainnya yang terdapat dalam musik. Unsur-unsur tersebut memiliki fungsinya masing-masing dan saling melengkapi sehingga dapat membuat suatu musik menjadi utuh, sempurna dan mampu menyampaikan makna tertentu bagi para pendengarnya

Tulisan ini dipublikasikan di Musik dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.