Sejarah Musik, Mulai dari Zaman Kuno hingga Zaman Modern

Kehidupan kita saat ini tak lepas dari musik. Setiap harinya, kita selalu mendengarkan musik. Entah itu untuk mendampingi kegiatan kita sehari-hari seperti bekerja, untuk refreshing, hiburan, dan lain sebagainya. Pengaruh musik di masa kini sangatlah besar. Musik juga dapat menjadi salah satu inspirasi profesi.

Musik yang kita nikmati pada era ini, tentu saja tak lepas dari sejarah musik yang sudah ada semenjak ribuan tahun lalu. Nah, ini dia pembahasan sejarah musik berdasarkan kronologisnya.

Musik Pada Zaman Kuno

Sejarah Musik pada Zaman Mesir (Mulai tahun 2000 SM)

Musik di masa Mesir ini diketahui berkat adanya penemuan prasasti seperti harpa dalam bentuk ukuran yang berbeda, mandolin, gitar, lyra, dan seruling (tunggal atau ganda). Selain itu, perkembangan musik pada zaman mesir ribuan tahun silam juga dapat ditilik dari makam-makan megah Bangsa Mesir.

Dalam dinding makan tersebut, ditulis dan diceritakanlah riwayat kehidupan rumah tangga Bangsa Mesir pada zaman tersebut. Nah, dari situlah kita bisa mengetahui bahwa seni musik ini memiliki peranan yang sangat besar dalam beberapa acara. Seperti mengiringi kebaktian seperti tarian, ratapan kematian, dan juga jamuan makan penting.

Musik pada Era Yunani (mulai 1100 SM)

Bangsa Yunani dan bangsa lainnya yang menyebut dirinya Hellas sebenarnya adalah bangsa yang sebagian besar berasal dari Indo-German. Hellas sendiri merupakan putra Raja Raja PhityeaA di Thessalia yang kemudian menjadi mitos nenek moyang Suku Hellas.

Bangsa Yunani mempercayai kalau seni berasal langsung dari para dewa-dewi mereka. Kepercayaan atau keyakinan ini sama seperti bangsa-bangsa kuno lainnya. Sementara itu, di Yunani dewa kesenian yang terkenal adalah Dewa Apollo.

Sejarah Musik pada Bangsa Arab dan Bangsa Lain yang Memeluk Agama Islam

Pada Masa Prasejarah (3000 – 1000 SM)

Hal ini sendiri tercatat dalam Prasasti Assyria yang ada pada abad ke-7 SM. Arab dinilai memiliki peranan penting dalam seni musik terutama untuk daerah Mesir dan Mesopotamia. Arab sedari dulu sudah berdagang, karena itulah bangsa ini akan lebih mudah dan lebih sering berkontak dengan bangsa-bangsa lainnya.

Pengaruh timbal balik ini tampak pada alat-alat musik arab yang dipakai pada tempat lain dengan nama yang berbeda. Contohnya saja adalah Gendang yang bernama Tabl dalam Bahasa Tibrani disebut dengan Tibela.

Dilansir dari Wikipedia Bahasa Indonesia, sebelum masuknya Agama Islam. Diyakini musik juga digunakan dalam agama animis, sama seperti kebudayaan sekitarnya.

Sebelum Masuknya Agama Islam (Abad 1-7 M)

Raja-raja di Arab Selatan pun memang mendukung perkembangan musik dan sastra. Hingga sekarang pun orang Arab Utara memandang daerah Yaman Selatan sebagai tempat sebenarnya awal kelahiran Musik Arab. Kemudian, Kerajaan Arab Selatan Jatuh (berkaitan juga dengan jatuhnya Bangsa Mesopotamia) karena itulah terjadinya transmigrasi dari wilayah Selatan ke Utara pada abad ke-2 Masehi. Karena itulah, musik Arab mulai berkembang pada 3 pusat yakni : Syiria, Mesopotamia, dan daerah Arab Barat.

Musik Tiongkok (Mulai Tahun 2000 SM)

Pada sekitar tahun 2700 SM, Bangsa Tiongkok mulai menceritakan asal mula susunan nada mereka. Pada masa Kaisar Hoang Ty yang kemudian menunjuk seseorang bernama Ling-Lun untuk menciptaan aturan serta menentukan seni dengan nada-nada. Kemudian, Lin Lun ini mendapatkan gagasan untuk membuat pipa seruling dari ranting bambu dengan berbagai ukuran. Ia juga menemukan “Nada Besar”. Pada masa ini, Bangsa Tiongkok juga telah mengetahui cara mengukur interval nada. Caranya dilakukan dengan memanfaatkan pengaruh gabungan antara perhitungan matematis dan mitos. Hal ini dilansir dari keterangan Amiot dalam bukunya yang berjudul “Memoire sur la Musique des Chinois”.

Musik India (Mulai tahun 1500 SM)

Sama seperti Yunani, Bangsa India kuno juga meyakini kalau musiknya berasal dari dewa-dewi mereka. Dewi Saraswati (Istri Brahma) menganugerahkan “Vina” pada umat manusia karena itulah ia disebut sebagai dewi pelindung dari seni suara atau seni-musik. Dalam kitab Veda (Rigveda 1500 SM) terdapat hymne-hymne yang termasuk dalam bidang seni musik.

Kemudian, dalam perkembangannya muncul banyak sekali alat-alat musik khas India yang banyak digunakan hingga sekarang ini.

Musik Jepang (Mulai Tahun 600 SM)

Musik di Jepang sendiri diyakini masih sekeluarga dengan musik asal Tiongkok. Jepang juga memiliki banyak alat musik tiup, alat musik berdawai, alat musik pukul, dan sejenisnya. Seni Musik Jepang sendiri mendapat tempat di negerinya sendiri sebagai seni yang berharga dan terhormat.

Sejarah Musik dari Abad Pertengahan hingga Zaman Modern

Sejarah Musik pada Abad Pertengahan

Abad ini ada diantara zaman berakhirnya kerajaan Romawi (476 Masehi) sampai zaman Reformasi Agama Kristen oleh Marthen Luther (1572 M). Perubahan musik di zaman ini dipicu oleh perubahan keadaan dunia yang pada akhirnya menyebabkan penemuan-penemuan baru dalam segala bidang.

Dalam era ini, musik tak lagi menitikberatkan kepentingan keagamaan melainkan untuk urusan duniawi (sarana hiburan).

Pelopor musik dari zaman pertengahan sendiri adalah Adam de la halle dari Jerman dan Gullanme Dufay dari Prancis.

Zaman Renaisance ( 1500 – 1600 M)

Merupakan zaman setelah abad pertengahan. Dalam zaman ini, musik mulai dipelajari dengan ciri khusus. Alat musik piano dan organ pada zaman ini sudah mulai dikenal, hal ini akhirnya memicu musik instrumental. Seni opera juga sudah mulai berkembang, utamanya di Kota Florence.

Beberapa tokoh terkenal dari zaman ini adalah : Jean Baptiste Lully, Galilei, Claudio Monteverdi, dan Giovanni Gabrieli.

Zaman Barok dan Rokoko

Kedua aliran tersebut memiliki sifat yang hampir sama yakni dengan adanya pemakaian ornamentik (hiasan musik). Bedanya, musik Barok menggunakan ornamentik hasil improvisasi spontan oleh para pemainnya. Sedangkan, Musik Rokoko menggunakan semua hiasan ornamentik yang dicatat.

Beberapa komponis terkenal pada zaman ini adalah Johann Sebastian Bach dan George Fredrick Haendel.

Zaman Klasik (1750 – 1820)

Sejarah musik klasik sendiri dimulai pada tahun 1750, setelah berakhirnya Musik Barok dan Rokoko. Ciri musik pada zaman ini antara lain : perubahan dinamika dari keras menjadi lembut, perubahan tempo dengan accelerando dan ritardando, pembatasan penggunaan ornamentik, dan penggunaan akord 3 nada. Komponis terkenal pada masa ini adalah Franz Joseph Haydn dan Wolfgang Amadeus Mozart.  

Zaman Romantik (1820 – 1900)

Musik pada zaman romantic sendiri sangat mementingkan perasaan yang subjektif. Musik bukan hanya sebagai sarana untuk mencapai keindahan nada-nada, tetapi juga digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Karena itulah dinamika dan tempo banyak digunakan.

Beberapa komponis pada zaman ini adalah Ludwig Van Beethoven, Johannes Brahms, Francois Fredrick Chopin, dan Robert Alexander Schumann.

Zaman Modern ( 1900 – sekarang)

Sejarah musik yang panjang di atas pada akhirnya mengantarkan kita pada musik pada zaman modern, seperti yang kita kenali seperti saat ini. Karena kemajuan teknologi yang semakin pesat, maka mulai muncul banyak inovasi dalam hal seni musik ini. Beberapa komponis terkenal pada zaman modern ini adalah : Igor Fedorovinsky, Edward Benyamin Britten, Bella Bartok, Maurice Ravel, dan Claude Achille Debussy.

Tulisan ini dipublikasikan di Musik dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.